Sastra

Berbicara antara aku dan diriku

kau tak akan paham dari sebuah kegundahan hidup tanpa memahami perihal sederhana dari syukur mensyukuri.
Quote

kau perlu berbicara sendiri dan bertanya atas sebuah pencarian jati diri dan keharusan perkara mensyukuri

Saat aku ingin memulai sebuah impian yang mungkin benar aku inginkan,segalanya semakin suram.

Saat aku ingin menjadi yang mengetahui banyak hal,akan semakin banyak penghalang yang tak berujung jalan.
Saat aku hanya berjalan,mengikuti alur dan menapaki kehidupan,justru keadaan semakin merumitkan.
Menjadi orang bodoh memang tak mudah,terkadang raga ini iri akan sesuatu yang tak menjadi diriku.
Saat aku ingin membuat sesuatu,justru hanya kekosongan yang kudapatkan dan disana aku menyadari aku memang bodoh.
Ya,dihati kecilku aku iri pada mereka yang memang berotak cerdas,lalu aku berotak pemalas.
Kata orang,saat kau ingin sesuatu bernama kepintaran kau harus mengorbankan segalanya,dan logika atas aku membenarkan.
pengorbanan kebahagiaan,jati diri,estetika serta kenikmatan akan hidup.
bukan aku melebihkan,tapi itulah kenyataan.
Saat semakin kukejar,justru sayapku semakin patah,senyumku tak pernah merekah lagi dan orang lain tak mengenali perbedaan atas aku.
Lalu saat fase itu terjadi,apa yang terjadi pada sosoku?
langkahku mencari pembenaran kepada diskusi tanpa orientasi.
banyak argumen yang kusimpulkan dan atas itu aku pasti menang.
Kata kata ku selalu didengar,digagah dan diapresiasi.karena memang sejatinya yang kukatakan adalah fakta.fakta kehidupanku yang rumit berbelit yang sejujurnya aku sendiri tak memahami titik pentingnya.
Dan justru semakin kesini aku sadar bahwa aku adalah omong kosong.aku tetap tak bahagia.
Tak ada yang istimewa,tak ada yang bermakna dariku,tak ada yang kusyukuri lebih tepatnya
Lalu,setapak jalan yang kulalui aku tersadar bahwa segala yang kucari ada yang terlupa,perkara bersyukur serta perkara merendah.
Memang,segalanya terasa hampa.
Aku terjebak kefanaan dunia,ragaku kosong,dan kupikir tuhan sedang menghukumku.
Dengan cara paling menyiksa,karena yang kucari pada kehidupan justru dihilangkan.
Dan,aku tersadar bahwa hidup paling sederhana adalah perkara syukur dan mensyukuri.
Hidup paling berbahagia adalah mereka yang lebih dulu bersyukur lalu berprogres.
Satu hal lagi,bahwa semenyakitkan kehidupan,ia berakhir memberi arti.

Apa Reaksi Anda ?



Popular Post

NO COMMETNTS

LEAVE A REPLY