Review

Bahasa Terlalu Sempit Untuk Mewakili Semua : Intrepretasi Film Perfume

Film

Sebenarnya ini film lama, seperti juga tulisan ini juga sudah mengendap lama di komputer. Ketika membuka-buka file lama saya menemukan tulisan ini, masih selesai setengah jalan, dan baru saya selesaikan semalam. Walaupun ingatan pada film ini sudah tidak terlalu gamblang karena jarak waktu yang lama semenjak menonton film ini, yah setidaknya tulisan ini mengingatkan film ini layak untuk ditonton ulang.

Perancis Abad 18, ketika seorang anak lahir. Kelahiran yang bahkan tak pernah diharapkan oleh ibunya sendiri. Jean Baptiste Grenouille lahir diantara bau busuk ikan dan keriuhan suara pasar becek Paris. Ada yang istimewa dari kelahiran Grenouille ini, semenjak lahir dia memiliki kemampuan distingtif yaitu apa yang disebut sebagai hyperosmia yaitu semacam kemampuan mencium bau yang luar biasa kuatnya. Ketidaknormalan ini juga yang nantinya membuat kawan-kawan Grenouille menjauhinya karena takut dengan tingkahnya yang terkadang sangat aneh.

Pada usia 13 tahun dia dijual di tempat penyamakan kulit oleh ‘pemilik’ lamanya madam Gaillard, disana Grenouille dipekerjakan dengan sangat tidak manusiawi selama 15-16 jam sehari. Tak banyak yang dapat bertahan di tempat ini, tetapi Grenouille adalah satu dari sedikit orang yang bisa bertahan.

Bebauan yang bisa dirasakan Grenouille membuatnya menyadari bahwa bahasa yang digunakan sehari-hari tidak memadai untuk menggambarkan pengalamannya dengan aroma-aroma yang dirasakannya. Terlalu banyak yang tak bisa diungkapkan melalui kata. Itu pula yang membuat film ini tidak menggunakan terlalu banyak dialog, malahan lebih banyak diisi oleh narasi dari seorang narator.

Sekali lagi, ini sebuah film yang meyakinkan bahwa bahasa tidak selalu menjadi sebuah representasi terhadap apa yang kita rasa. Kadang bahasa terlalu rangup untuk kita ungkapkan.  Grenouille mengungkap kata yang tak sempat dikecap oleh lidah dan tak pernah terwakili oleh kalimat manapun.

Grenouille tumbuh menjadi seorang yang sangat terobsesi terhadap bebauan, sejak diajak ke kota pertama kali untuk mengirim kulit oleh majikannya. Dia mulai menyadari masih banyak bau yang belum terjamah olehnya. Di kota dia juga bertemu seorang gadis yang lantas membuatnya mabuk kepayang semata-mata karena bau si gadis. Sayangnya Grenouille tak mampu menyimpan bau si gadis.

Ketika mengirim kulit ke sebuah toko parfum, Grenouille membuat takjub seorang seniman parfum. Kemampuan yang dimiliki Grenouille membuatnya bisa mengimitasi berbagai jenis parfum hanya dengan menggunakan hidung dan takaran perasaan. Setelah diperkerjakan menjadi peracik parfum oleh Giuseppe Malesani bisnis ini pun berkembang sangat cepat, setelah sebelumnya hampir bangkrut karena Malesani yang kehilangan kepekaan terhadap bau. Pembuat parfum dari Italy ini pula yang berusaha mengajari Grenouille tentang menjaga bau. Tapi Grenouille keliru, bahwa tidak semua bau dapat dijaga. Malesani mengajarinya menyaring bau sepuluh ribu mawar, tapi Grenouille berusaha menyaring bahan-bahan yang tidak biasa seperti kaca, tembaga, bahkan kucing. Tentu saja itu tidak berhasil, dan membuatnya frustasi kemudian berpikir dia tidak akan bisa menemukan cara mempertahankan bau.

Malesani akhirnya menyarankan Grenouille pergi ke kota Grasse, meninggalkan pekerjaannya sebagai pembuat parfum di toko Malesani. Syaratnya dia harus memberi Malesani 100 formula parfum baru, Grenouille menyanggupi bahkan memberikan 1000 formula parfum baru.

Serangkaian percobaan yang dilakukan di kota Grasse akhirnya menemui titik temu bagi Grenouille, dia menggunakan metode dengan media lemak binatang dan dengan bantuan sistem Enfleurage  untuk menjaga bau. Tapi untuk mendapatkan bau yang diinginkan tidaklah mudah, Grenouille mulai membunuh satu persatu orang hanya untuk diekstrak bau tubuhnya. Semua yang dia bunuh adalah wanita dengan kecantikan lebih. Dia serupa monster sekaligus hantu yang bergentayangan di kota Grasse. Endingnya memang agak twist, parfum dari racikan perempuan itulah yang kemudian menyelamatkan Grenouille dari hukuman mati. Dia bisa melakukan apapun dengan formula parfum itu, namun Grenouille memutuskan untuk bunuh diri.

Kalian pasti tidak akan menyangka hanya karena parfum dan aroma bisa membuat orang mabuk begitu hebatnya, seperti kisah dalam film ini. Tapi menurut penelitian bau memang dapat mengungkap kenangan-kenangan pribadi kita, bisa meneduhkan kita. Saya pribadi juga selalu suka dengan bau petrichor, menghirup aroma petrichor hampir serupa senggama yang menyenangkan namun singkat. Yah segala yang menyenangkan di dunia ini memang terjadi sangat cepat.

Apa Reaksi Anda ?



Dyan Hendrawan (Pewarta)

Terobsesi membebaskan hujan dan senja dari tirani puisi.

Popular Post

NO COMMETNTS

LEAVE A REPLY