Review

Buku dan pandangan penulisnya

Tere Liye

Ini merupakan novel karya Tere liye pertama yang saya baca dibulan Mei kemarin. Saya tertarik membeli buku ini karena judulnya sedikit menyinggung suasana batin yang bisa dikatakan rumit, atau mungkin juga terlalu terbawa suasana perantauan yang sepi dan sedikit melankolis. Tapi lupakan tentang itu, saya akan ulas buku ini dari perspektif saya, dari jumlah novel yang cukup tebal yaitu 544 halaman dan mengambil latar belakang pada tahun 1938 di Makasar, Indonesia. Seperti yang kita tahu pada tahun 1938 Indonesia masih dalam masa penjajahan, penulis memadukan persoalan-persoalan hidup dan perjuangan yang di sematkan pada masing-masing tokohnya. Tokoh dari novel ini yaitu 1 keluarga Makasar dengan suami bernama daeng andipati, anak sulungnya bernama Elsa, anak bungsu bernama Anna, Istri daeng andipati dan pembantunya yang bernama ijah, Seorang ulama terkenal dari Makasar bernama Ahmad Karaeng mempunyai nama panggilan Gurrutta, selanjutnya ada seorang anak buah kapal juga menjadi tokoh yang cukup terlibat menyusun energi dalam novel ini, tokoh ini bernama Ambo Uleng dan teman sekamarnya Ruben, dan ada beberapa tokoh lagi seperti Kapten Philips, Sersan Sergeant Lucas, Bonda Upe, Chef Lars koki Kapal, Guru Pengajar dari Surabaya, Sepasang suamii istri sepuh dari Semarang, masing-masing tokoh ini memberikan porsi cerita sama besar namun tidak sebesar dari 1 keluarga daeng Andipati, Ambo uleng dan Gurrutta.

Novel yang memiliki tebal 544 ini cukup menguras kesabaran saya dalam membaca dan mengikuti alur ceritanya, karena intro dari setiap tokoh yang cukup banyak dan cukup panjang membuat cerita mulai memperlihatkan garis cerita hampir pada setengah halaman novel, latar belakang yang lebih spesifik dari novel ini adalah latar belakang perjalanan haji menggunakan kapal Belanda Biltar Holland, dengan rute Makasar-Surabaya, Batavia, Lampung,Bengkulu,Padang, Aceh, Sri Lanka, dan Jeddah.

Ide dari keseluruhan novel ini adalah sebuah kejeniusan seorang Tere liye menyampaikan perspektif dia, kepada seluruh pembaca, tentang nasehat-nasehat yang ia sematkan dalam setiap novelnya. Seperti pada novel ini yang mengisahkan 5 pertanyaan kehidupan tentang kebencian, kehilangan, cinta sejati, masalalu, dan kemunafikan. semua pertanyaan ini berderet teratur di perjalanan setengah sampai akhir dari novel ini. Seperti halnya kisah tentang masa lalu yang memilukan, masa lalu yang membuat seseorang merasa menjadi perempuan pendosa. Lalu, apakah Allah akan menerimanya di Tanah Suci dengan kisah masa lalunya itu? "salah satu tulisan yang ada di novel". Selain kisah masalalu yang memilukan, novel ini juga berisi kisah tentang kebencian. Kebencian pada seseorang yang seharusnya disayangi, juga mengisahkan tentang kecintaan sekaligus kekecewaan karena kehilangan orang yang dicintai, itu bebrapa kisah yang ada dalam buku masih ada kisah yang lain yang saya kira tidak akan menarik jika saya ceritakan semua dalam tulisan saya ini. Adapun dari kelima pertanyaan kehidupan ini di jawab dengan nasehat-nasehat halus penulis yang dititihkan pada seorang tokoh Ulama terkenal yang mana semua tokoh menghormati beliau sampai-sampai saya yang seorang pembaca sama menghormatinya. Ini mungkin pendapat saya pribadi tentang kejeniusan gaya tulisan Tere lewat nasehat-nasehat novelnya. Karena ini adalah buku Tere liye pertama saya, maka dari itu saya ingin membenarkan pernyatan saya sendiri tentang novel-novelnya. Membeli novel lainya adalah cara yang saya pilih, saya sudah jatuhkan pilihan pada buku yang berjudul "Rembulan Tenggelam Di Wajahmu". 

Menurut saya sangat bagus ada penulis dengan gaya-gaya tulisan yang seperti ini, dengan tulisan dia mendidik dan menasehati secara halus. Saya jadi berfikiran untuk mengirimkan novel-novel ini pada adik-adik saya, yang kebetulan cukup suka membaca dan mayoritas yang dibaca berkisah tentang percintaan, jadi saya sekaligus bisa memberikan gaya tulisan yang baru sekaligus menasehati.

Apa Reaksi Anda ?



Husna Alliyus Dwi Karisma (Pewarta)

Menjadi kaum urban sejak 2011 dan mengaku tidak menambah sesak ibukota.

Popular Post

NO COMMETNTS

LEAVE A REPLY