Review

Sebuah Sajian yang berbeda dari buku Antoine de Saint-Exupery : The Little Prince

Little Prince
Quote

“Kau hanya bisa melihat jelas dengan hatimu. Hal yang penting tak terlihat oleh mata.” (halaman 23)

Ketika anda sedang sibuk-sibuknya dan mencari buku apa yang kira-kira cocok untuk tetap membaca ditengah-tengah kesibukan, anda bisa mencoba buku The Little Prince karangan Antoine de Saint-Exupéry. Hal itu secara subjektif saya rekomendasikan mengingat tebal buku yang relatif tipis dan saya yakin tidak lebih dari 1 minggu buku ini bakal selesai anda baca, bahkan mungkin 3 hari pun cukup. Bukan hanya tebal buku yang membuat saya merekomendasikan buku ini, tapi isi bukunya mirip seperti komparasi atau cerminan hidup kita dimasa sekarang (dewasa) dengan hidup kita di masa anak-anak dulu. Komparasi yang dibuat Antonie cukup menarik dengan ilustrasi gambar lalu kita disuruh untuk melihat dan membayangkan gambar apakah itu ketika kita anak-anak dan dewasa. Selain itu pada  lembar persembahan saya menemukan kalimat yang membuat terngiang, Antoine de Saint-Exupery menulis begini, "Kepada anak-anak aku mohon maaf karena mempersembahkan buku ini kepada seorang dewasa… Semua orang dewasa pernah menjadi anak-anak. (Sekalipun hanya sedikit yang ingat)."

The Little Prince berkisah tentang seorang penerbang dewasa yang pesawatnya jatuh di tengah Gurun. Ditengah gurun ia harus bertahan dimana air semakin menipis dan  berjuang memperbaiki pesawatnya. Resiko jika dia gagal memperbaiki pesawat ia akan hilang dari peradaban dan  menghilang di tengah padang gurun tak dikenal. Anehnya, saat ia sedang serius memikirkan jalan keluar, tiba-tiba muncullah seorang pangeran kecil  yang memintanya menggambarkan biri-biri untuknya. Awalnya si penerbang hanya menganggap permintaan si pangeran hanya candaan mengingat kondisi sedang kepanasan. Tanpa sadar, teringatlah si Penerbang akan masa kecilnya, masa kecil ketika dulu tidak ada seorang dewasa pun yang mengerti maunya. Tanpa sadar, sang Pangeran Kecil telah mengingatkannya kembali tentang fakta bahwa orang dewasa itu sering kali begitu absurb dan melupakan esensi dari menikmati kehidupan itu sendiri. Bersama si Pangeran Kecil, si Penjelajah mulai kembali meenungkan tujuan keberadaan dirinya di tengah alam semesta yang maha luas ini. Cerita selanjutnya berkisah tentang perjalanan si pangeran menuju enam asteroid. 

Seperti pada halaman demi halaman, disitu terdapat narasi, "karya agungku itu kuperlihatkan pada orang-orang dewasa, dan aku menanyakan, apakah gambarku menakutkan". Petikan yang lain adalah balasan dari pertanyaan diatas yaitu, " mengapa harus takut pada topi ?". Padahal gambar yang dimaksud bukanlah yang topi tapi tetapi ular sanca yang sedang mencernakan gajah. Maka aku menggambar bagian dalam ular sanca itu, supaya orang dewasa dapat mengerti. Mereka selalu  membutuhkan penjelasan. Gambarku nomor dua seperti ini:


Sebagai pembaca saya langsung berusaha menebak-nebak apa sebenarnya arah tulisan dari buku ini, benar saja saya sebagai pembaca cuma harus memposisikan diri. Terkadang anda harus membaca buku ini sebagai orang dewasa yang menganggap semua hal hanya terlihat dari luar, seperti gambar diatas seklias bentuknya hanya menyerupai topi, namun ketika anda memposisikan diri sebagai anak-anak anda bebas menerjemahkan gambar, lalu lahirlah imajainasi anak-anak yang menggambarkan gajah yang berada di perut ular. Tak salah Novel ini menjadi salah satu novel terlaris di dunia karena novel ini cocok untuk segala jenjang umur, selain itu novel ini mengajarkan sederhananya memandang dunia dari kaca mata anak kecil. Dan, memang, hidup itu sejatinya sederhana tapi kita sendiri yang membuatnya rumit dengan terlalu berfokus pada mendapatkan dan bukannya memberi, pada uang dan angka ketimbang pada keindahan sejati yang ada di dalam diri.


Apa Reaksi Anda ?



Husna Alliyus Dwi Karisma (Pewarta)

Menjadi kaum urban sejak 2011 dan mengaku tidak menambah sesak ibukota.

Popular Post

NO COMMETNTS

LEAVE A REPLY