Puisi

Mentari Pagi 17 Agustus

credit image breakingnews.co.id


Mentari pagi itu begitu semangat berikan kehangatan
Bak permadani jingga di angkasa
Sambut 17 Agustus penuh kehikmatan
Dalam ceremonial kecil sambut historis negeri ini
Berselimut kabut tebal mataku terbuka tuk artikan mentari 17 Agustus.
Langkah langkah gontai temani setiap perjuangan
Tetesan peluh basahi setiap setapak
Di sini tuhan aku bersaksi atas keAgungan Mu
68 tahun lalu sejarah berbicara tentang kebebasan dalam altar kemerdekaan
68 tahun lalu air mata” suci tangisan haru bagai alunan melody
Tersambung sebuah sejarah negeri ini
Tapi lihat lah, terjajah dalam kata merdeka
Semuanya bak mutiara yg hanya kelabuhi mata
Tuhan aku berdiri untuk Negeri ini
Tuhan aku bersimpuh sujud dalam do’a untuk Indonesia lebih baik
Mentari Pagi 17 Agustus saksi bisu bagai mulut yg terbungkam


Hargo Dumilah, 17 Agustus 2013

Apa Reaksi Anda ?



Popular Post

NO COMMETNTS

LEAVE A REPLY