Puisi

Cinta Yang Marah

Judul: Cinta yang Marah 

Penulis: M. Aan Mansyur

Penyunting: Irfan Ramli dan Bhavagad Sambadha

Desain sampul dan isi: Emte

Sumber materi kliping berita: Pusat Informasi Kompas

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama


Cinta Yang Marah oleh M. AAN Mansyur bukuini merupakan sekumpulan puisi yang dibuat oleh M. AAN Mansyur, terdapat 21 kumpulan puisi. Namun Cinta Yang Marah ini bukan puisi mengenai kisah cinta seperti yang awalnya sempat saya pikirkan ketika mendapatkan buku ini. Buku ini merupakan puisi dengan gambaran peristiwa reformasi tahun 1998. Cinta Yang Marah ini merupakan Percakapan - Percakapan kepala dan dada. Atas respons atas reformasi. Ketika membaca buku ini seolah kita kembali diperlihatkan kembali tentang peristiwa reformasi 1998 dimana Soeharto mengundurkan diri atas rezim orde baru. Buku ini  disajikan bingkai dengan potongan - potongan berita koran, para pembaca bisa merasakan dan kembali mengingat atau mengetahui betapa marahnya mereka yang berjuang, ya mereka yang tidak bernama. Seperti yang dituliskan di buku cinta yang marah ini " kepada mereka yang berjuang dan tidak bernama ". 

 suatu siang di sebuah kamar aku diam di depan sepasang jendela kembar yang membagi langit berwarna biru cerah menjadi dua sambil sekal lagi mendengar kau merencanakan perpisahan

aku membayangkan sepotong langit akan menyerap air mata kau , sementara air mata akan menguap kelangit yang sepotong lagi. setelah kemudian hujan berjatuhan karena sedih. membuat kau batal meninggalkan kamar. membuat kau gagal meninggalkan aku.

Kumpulan buku puisi ini dilengkapi dengan kliping artikel pada tahun 1998 pada tiap lembarnya. Hal ini membuat kita semakin bisa merasakan suasana pada kejadian lampau tersebut, namun tidak semua kliping bisa kita lihat dengan jelas karena penataan font yang dibuat tidak begitu besar. Namun kita masih bisa membacanya untuk sekedar mengingat kembali peristiwa reformasi 1998.

begitu aku dan kau bisa membayangkan bagaimana kelak kalau aku dan kau tua , bagaimana rasanya berjalan - jalan di tepi jurang maut . 

mungkin aku dan kau sepasang tubuh dewasa yang tidak lagi memiliki jiwa anak - anak. 

Apa Reaksi Anda ?



Popular Post

NO COMMETNTS

LEAVE A REPLY